Buatmu Tuni

Balada Pohon Mangga

Broken Vow

1

Aku tahu apa yang terjadi. Pada mulanya, namaku yang selalu kau sebut-sebut saat malam tinggi tapi kantuk belum juga menggantung di matamu. Pada mulanya, potretku yang selalu kau tatap lekat-lekat saat kerinduan bertamu ke dadamu sebab hujan deras sekali; jalanan macet sekali; pekerjaan banyak sekali mengurungku. Pada mulanya, akulah tujuan pulangmu setelah bepergian ke mana saja: ke taman kota, ke kampung halaman, ke tempat-tempat asing yang membuatmu penasaran.

Aku tahu seseorang telah membuatmu begitu penasaran. Siapa namanya?

2

Aku tahu apa yang terjadi. Hari itu, telingamu merapat sedikit demi sedikit sebab mereka mesti membagi dengar kalimatku dengan kalimatnya. Hari itu, kedua bibirmu lebih sering mengatup untuk bibirku sebab mereka butuh istirahat; sebab ada bibir lain yang menunggunya mekar entah di mana. Hari itu, matamu menjadi bohlam remang sebab aliran listrik dari mataku melemah: sebab mereka telah menemukan pembangkit listrik yang lain: matanya. Hari itu, aku harus bersiap menjadi pohon mangga yang buahnya begitu menggoda tetangga untuk dipetik.

Kau telah dipetik dari dadaku yang kemarau. Siapa namanya?

Mengapa aku bersusah payah mengetik ulang puisi karya Andi Gunawan diatas untukmu? Karena aku sudah terlanjur janji walaupun tak tepat, tak apa karena harinya tidak jauh. Kalau aku dapat sejujur itu,mungkin rasanya akan bangga dan melegakan sekali, ya Tuni?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s