Sama Rata

Seorang teman membagikan tautan artikel mengenai perbedaan perempuan yang pantas dijadikan isteri dan yang hanya pantas dijadikan pacar. Artikel yang ditulis dengan gaya super puitis, galau, khas tulisan yang disukai para mahasiswa yang ngebet nikah itu memuat poin-poin. Setelah aku baca semuanya, katakanlah dari sepuluh poin yang dijelaskan penulis aku benar-benar tidak memiliki ciri seorang gadis yang siap menikah. Disebutkan jika seorang cewek yang siap nikah itu pasti siap berkompromi, tahu menempatkan diri, pandai mengatur keuangan, mau merintis usaha dari nol dll. Berdasarkan poin-poin yang ditulis, aku tidak siap menikah karena aku benci berkompromi, seenaknya menempatkan diri, boros dan malas bersusah payah.

And voila, aku bukan cewek yang siap menikah!

Dangkal ya? Aku belajar soal penulisan artikel yang baik dan benar, serta dampak dan pertimbangan yang dibawa oleh penulis artikel saat menulis sangat harus diperhatikan. Dan aku alami itu sekarang saat baca artikel tersebut.
Di dalam hati aku bilang, ada berapa juta cewek kayak aku yang disamaratakan dengan standar yang dibuat si penulis? Adakah cewek lain yang dalam hatinya nyinir “Lo tau apa sih soal cewek mana yang siap jadi isteri atau nggak?”

Percayalah, aku mudah terganggu sama hal-hal seperti ini tapi pastinya aku tau kalo si penulis gak mungkin nulis tanpa dasar dan referensi yang kuat, dari tulisannya aku liat dia ngambil dari sudut pandang psikologi. Which is fine. But, I’m not kind of person atau lebih tepatnya sudah mulai berhenti menyamakan diri dengan standar yang ditulis seseorang lewat artikel tentang karakteristik pribadi, golongan darah, tes psikologi. Just playing for some fun but I never take it seriously.
Menurutku cara itu terlalu dangkal. Aku gak bisa menyamakan diri aku, mencocokan diri aku sama patokan yang dibuat seseorang untuk beribu-ribu umat manusia. Itu terlalu bodoh. Kalau aku ngambil tes psikologi dan tes itu mengatakan bahwa aku seorang gadis dengan karakter super unik yang pandai menganalisis dan kuat di bahasa. Lantas aku harus percaya? Again, I’m not interested with that. Artikel tentang tipe cewek yang siap menikah dan nggak itu udah bikin standar buat cewek-cewek. Dilihat dari jumlah hitnya sih kayaknya banyak yang menggolongkan diri mereka ke tipe cewek yang mana.

*sigh*

Kadang kita butuh diyakinkan, dan beberapa cara itu adalah dengan cari tahu di internet. Ada beberapa yang memotivasi dan nggak. Tapi masa mau standarnya disamaratakan dengan sebuah tulisan isi 10 poin yang dibikin buat beribu-beribu orang?

PS: It doesnt mean I want to get married and pissed off because I’m not catgorized as the married ready girl :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s