Jajal[anan]

Mungkin Allah menjawab rasa bersalah aku sama tukang ojek pangkalan dengan membuat aplikasi Gojek ku error dan membuat promo goceng Grab Bike berakhir sudah.
Atau, mungkin emang udah saatnya aku untuk menjajal jalanan Jakarta dengan salah satu moda paling populer di kalangan umat manusia: Angkot.
Naik gojek selama dua minggu berturut-turut telah membuat aku jadi pengamat dadakan. Iya, aku memilih cara yang ribet. Alih-alih tinggal nanya orang aku memilih untuk mengamati. Mengamati angkot apa yang lewat ke Pejaten, di jalan mana angkot Pasar Minggu-Kampung Melayu berhenti dll. Dan emang pada akhirnya itu semua mesti dicoba biar aku tahu, daaaan hari ini aku berhasil mencobanya pulang pergi! Hehe, semoga ke depannya aku makin hapal angkot di Jakarta, yes!

Cheers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s