Sherina, Petisi dan LGBT

Pagi ini gak sengaja nemu Instagramnya Sherina di explore, terus liat-liat dan ternyata dia masih di Jepang buat sekolah sama kursus menggambar komiknya itu. Lagi liat-liat komen terus banyak yang nyeletuk, nanya dia lesbi apa bukan? Oh gara-gara waktu pernikahan LGBT kemarin dilegalkan, Sherina bikin twit yang kasih dukungan tentang itu. Terus aku searching-searching. Wow, bahkan sampe ada yang bikin petisi buat ngeboikot Sherina.

Pengesahan pernikahan sejenis di Amerika Serikat, adalah hal terkutuk. Dan tidak boleh meluas ke negara lainnya.

Adanya pesohor Indonesia yang mendukungnya, adalah sesuatu yang lebih menjijikkan karena kita berbudaya Timur yang lebih beradab dan beragama. Di semua agama samawi resmi Indonesia, perilaku LGBT jelas diharamkan.

Sherina Munaf/Sherina Sinna adalah artis Indonesia, dan sudah menjadi role model banyak remaja di Indonesia, sejak dia menjadi artis cilik. Sehingga, bentuk dukungannya pada gerakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) adalah bentuk perusakan wajah teladan, yang dikhawatirkan akan merusak generasi muda indonesia.

Dengan follower yang hampir 10 juta orang di twitter, Sherina seharusnya sadar akan dampak dari twit dukungannya. Jelas dalam twitnya, bahwa dia berharap kebijakan pernikahan sejenis ini bisa diberlakukan di seluruh Dunia. Sherina juga mengajak para pelaku LGBT untuk berani dan bangga unjuk diri. Para fans maniak selalu ada pada diri artis, dan apa akibatnya jika mereka mengangguk setuju terhadap pilihan pujaannya

Mohon Kak Seto, Pak Arits Merdeka, Pihak Komnas HAM dan Komnas Perlindungan Anak harus bergerak cepat mengantisipasi hal ini. Kami menuntut adanya pernyataan sikap secara resmi oleh Kementrian terkait, Presiden Joko Widodo, DPR RI, dan lembaga Komnas Perlindungan Anak terkait hal ini.

 Sebarkan dan masifkan petisi ini jika anda Muak dengan perilaku LGBT dan ingin melindungi anak dan keluarga anda dari perilaku menjijikkan ini !

As for me, aku gak mempermasahkan LGBT tapi gak lantas mendukungnya juga. Sederhana sih kalo menurut aku. Itu perkara diri kita masing-masing. Aku pernah punya perasaan suka banget sama seorang cowok dan rasanya sedih pas dia bahkan gak kenal sama aku. Terus aku membayangkan, apalagi kalo aku suka sama cewek dan dia ga kenal aku? Sedih dan rasa bersalahnya berlipat-lipat. Because it’s complicated when it comes about heart and feeling. Makanya aku gak merasa perlu bilang LGBT itu perbuatan menjijikan. Karena aku gak tau rasanya jadi salah satu mereka kayak gimana plus I don’t know the story behind their decision to became L or G or B or T. Tapi kemudian aku baca petisi di atas. Kenapa harus pake kata menjijikan sih? Menurutku itu kasar banget. When you love somebody it doesnt make you less being a human. Ah, complicated. Terlepas dari Sherina itu lesbi apa nggak, aku juga gak merasa apa yang dia tulis itu hebat atau keren banget. Once again, aku gak mendukung atau ada di garda paling depan buat membela LGBT, nggak. Aku hanya gak mempermasalahkannya, as simple as that. But when I saw that petition, I just feel it’s so unfair to categorized people by their sexual orientation. Kata-kata menjijikan itu kayak……. Hmm, gak ada kata lain apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s