Glory Box

Suka Duka Menumbuhkan Brewok Riki

Saat menulis judul di atas aku bahkan gak tau apakah kata suka dan duka mesti dijembatani dengan tanda – atau tidak. Iya, betul aku memang mahasiswi jurnalistik yang payah dalam memahami EYD dan senangnya cari jalan pintas dalam hal apapun, baik itu di kehidupan sendiri atau beramai-ramai. Jalan pintas itu seringnya memuluskan jalanku dan tak jarang membuat orang yang sudah bersusah-payah iri karena aku yang modalnya hanya seenak jidat ini kerap dapat untung lebih banyak. Eh, padahal gak perlu iri. Kan kata Tuhan manusia yang dikasih cobaan dan ujian berlipat-lipat itu tandanya disayang ama Tuhan. Jadi mungkin manusia model aku yang hobinya usaha setengah-setengah tapi sering dapet kejutan manis ini gak begitu disayang. Siapa tahu ya.. Siapa tahu. Eh kenapa aku mendadak ngomongin brewok? Brewok apaan sih? Emang kenapa dengan brewok dan si Riki?

Sebagai cewek yang hobinya menjadikan karakter cowok bad ass romantis di serial-serial drama sebagai fantasi kehidupan romantikanya, aku sangat terobsesi punya pacar brewokan. Menurutku itu membuat seorang cowok jadi lebih ganteng yang aku yakin kalo dia gak brewokan mukanya cupu kayak Agus Mulyadi, si pemuda yang sering dicap ndeso tapi nyinirannya masuk top rate writing di Mojok. Er..  Walaupun aku gak begitu yakin sih Mas Agus ini bakal ganteng kalo brewokan.. Tapi ya siapa tahu.. Siapa tahu.

Sudah berulang kali aku mengutarakan ide brewok ini sama Riki dari jaman SMA yang selalu dibalas sama dia “Ntar pas kuliah”. Lalu pas masuk kuliah dan ku tagih janji itu, Riki hanya akan bilang “Lama tumbuhnya”. Lalu saat aku membandingkannya dengan Olga, temen Riki yang juga berbadan gemuk tapi bisa brewokan cepet Riki beralasan “Dia mah abal-abal”. Lalu saat aku menawarkan dia buat beli minyak Firdaus dia cuma bilang “Gak alami ah”. Begitu seterusnya dan seterusnya.

Ya, bilang aja aku cewek pemaksa yang tidak menerima Riki sebagaimana adanya. Bilang aja aku cewek yang lebay nyuruh bulu-bulu yang tersembunyi di balik lapisan lemak pipi Riki itu tumbuhnya cepetan. Tapi aku harus jujur kalo cowok brewokan dan berbadan gendut itu lucu sekali di mata q kakak.

Idaman pokoknya. Dan aku harus mengubah Riki seperti itu!! Aku.. Aku… Harus membuat si Riki brewokan!!

Hih.

Obsesi ini pun dimulai dengan selalu bertanya hal yang sama ke Riki tiap bertemu,

“Mana brewoknya gak keliatan”.
“Dicukur”
“GIMANA MAU TUMBUH”
“Liat aja ntar”

Dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan prinsip teguh bahwa brewoknya akan tumbuh Riki selalu sabar mendengarkan omelan aku yang komplain karena tidak melihat tanda-tanda si jabang bulu akan tumbuh. Aku sendiri dongkol dan sudah berencana membelikan dia minyak Firdaus.

Tetapi layaknya seorang Ibu yang dengan telatennya memberikan ASI untuk sang bayi agar bisa tumbuh sehat, si Riki bersikukuh “Harus alami!” Kata Riki brewok artifisial dan brewok alami itu mengandung nilai-nilai kebanggan yang beda. Walaupun aku bilang kalo si minyak Firdaus fungsinya hanya sebagai jalan pintas. Riki tetap berpegang erat dengan prinsip “Cukur dulu biar ntar pas tumbuh lagi banyak”.

4 tahun berlalu..

Dan buah kesebaran itu mulai tampak hari ini saat Riki mengirmkan foto dagunya yang sudah mulai ditumbuhi jenggot-jenggot berukuran mini! Walaupun anehnya lebih banyak tumbuh di dagu dan hampir ke leher dengan pola melingkar, perkembangan ini patut disyukuri. Menyaksikan dan menunggu perkembangan brewok Riki selama empat tahun ini benar-benar memberikan pelajaran berharga. Setiap jenggot itu adalah bentuk perjuangan yang merepresentasikan susahnya hidup dan berkembang secara alami di dunia yang fana ini bos q.

Walaupun gak mungkin Riki bisa brewokan seperti John Paul Pattonnya Kelompok Penerbang Roket yang gantengnya sulit dipahami, aku tetap bangga dengan usahanya dalam menumbuhkan si brewok-brewok lucu.

Tapi misal….
Misal ya…

Ternyata Riki gak cocok brewokan..

Ya sudah cukur aja (〜^∇^)〜

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s