Kegemaran yang Ambigu

Jujur aku bingung. Kenapa ya Desember tahun lalu aku ngirim tulisan ke sebuah website musik dan akhirnya jadi reporter di situ sampai sekarang? Maksudnya, kenapa aku langsung nyasar “musik” ya? Padahal aku gak cinta-cinta amat, gak terobsesi amat untuk menulis soal dunia musik. Biasa aja malahan, yang aku rasain lebih kepada aku seneng mendengarkan musik bukan pengen nulisnya. Apa karena aku ngeliat temen aku nulis di sebuah website musik dan aku jadi ngerasa tertantang?

Bingung.

Awal-awalnya aku semangat banget, dateng ke acara ini nonton ini dan itu, belain pulang jam 1 malem mulu. Sampai suatu hari aku disuruh ngeliput Pandai Besi dan aku pulang ke kosan memutuskan buat gak menontonnya. Aku jenuh. Buatku mereka jadi biasa-biasa aja karena aku udah pernah menontonnya. Lama-lama menonton acara musik kayak gitu jadi rutinitas yang membosankan dan aku sampai sekarang belom liputan apa-apa lagi buat website itu. Editornya bete, pasti. Tapi aku sedang gak bernafsu tentang apapun soal datang ke acara musik.

Atau karena ini udah terlalu jadi rutinitas dan aku disuguhi band yang itu-itu aja dan akhirnya jadi jenuh? Mungkin sih. Mungkin aku butuh suasana baru! Pertunjukan musik yang baru! Penampilan yang bisa sukses bikin aku menggoyangkan kepala!

Ah, gak nyangka ternyata musik  bisa jadi semembosankan ini buat ku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s