Membeli Kondom

Tadi sepulang dari kosan teman aku mampir ke Superindo untuk beli air mineral, penopang hidupku untuk satu hari ini. Saat hendak membayar, di depanku berdiri seorang cowok yang setengah mukanya ditutupi masker. Ia tampak terburu-buru dan canggung. Saat aku lihat, ada kondom yang hendak ia beli. Dengan buru-buru ia mengeluarkan uang. Aku melihat ada lembaran 20 ribu di lantai.

“Mas, mas itu uangnya bukan?”

Ia buru-buru melihat dompet.

“Eh, ngg, bukan,” ujarnya sambil ngeleos pergi.

“Ada uang jatuh Mbak?” tanya Mbak Kasir yang mengulurkan tangannya, meminta si lembaran 20 ribu itu dan menaruhnya di dekat mesin kasir.

Sementara si Aa’ itu sudah pergi, dengan canggungnya dan salah tingkahnya. Padahal aku merasa biasa aja kalau dia beli kondom, ya katakanlah Aa’ itu bertingkah serba canggung lantaran membeli kondom.

Aku jadi merasa lucu dan geli. Justru gerak-geriknya yang salah tingkah yang bikin orang-orang memerhatikan dia, bukan soal si kondom yang dia beli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s