Ikhlas

Kenapa ya semenyebalkan-menyebalkannya si Riki, aku sering merasa lega kalo cerita ke dia? Malah cuma dia yang aku ceritain soal satu kegelisahan, yang bikin aku nanya sama diri sendiri “Kok kamu gitu-gitu amat ya Fir?”. Lalu si Riki melakukan hal yang paling aku benci. Menceramahi. Well, aku sih yang merasa diceramahi. Pasti aku akan menolak, dia yang awalnya tetep meyakinkan aku jadi semakin membebaskan aku buat mengamini atau tidak. Tapi kemaren dia nanya satu pertanyaan yang bikin aku jadi mikir. “Kamu gak ikhlas kali,” ujarnya.

Iya kali ya? Selama ini aku tuh gak pernah ikhlas, dikasih tau suka ngeyel, suka balik nanya dengan segala pertanyaan yang menurutku harus dijelaskan secara logis, hati aku sempit banget karena bener-bener ngerasa semuanya itu “Apaan sih kenapa aku mesti nurut-nurut aja?” mungkin aku selama ini belum ikhlas makanya, makanya…

Betapa menyebalkannya si Riki karena menyadarkan aku akan hal itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s