People and (Not so Bara) Suara

Api dan Lentera adalah lagu pertama Barasuara yang aku dengarkan dan aku suka dengan lagu ini. Lalu “kontak” selanjutnya antara aku dengan Barasuara adalah saat menonton penampilan mereka di RS Cafe bulan September lalu yang sekaligus menjadi kali pertama aku menonton perform mereka sambil bincang-bincang sama Iga, eks manajer SID, Rudolf Dethu, Indra Ameng manajer White Shoes sama Mas Wendi. Malam yang penuh keriaan itu dibuka sama penampilan Besok Bubar yang menurutku entah mengapa jauh lebih menarik dibanding grup kesukaan semua orang saat ini Barasuara. Ah first impression itu emang penting banget. Dan itu berpengaruh untuk ku dan pandanganku soal Barasuara.

Kenapa ya pas orang lagi rame-ramenya memuji band besutan Iga ini (yang sejujurnya aku lebih suka dengerin band dia yang dulu, The Trees and The Wild khususnya “Derau dan Kesalahan”) aku merasa band ini overrated banget.

Aku merasa gak ada yang baru, atau sesuatu yang patut diagung-agungkan berlebihan sama band ini. Editorku bilang band ini the next big thing. Tapi aku pribadi merasa biasa aja. Agak annoying liat orang-orang lebay banget ngomongin band ini. Waktu di Jakarta beberapa bulan yang lalu aku nyeletuk sama seorang teman “Gue suka banget liat Ichyl (Asteriska) cantik ya” tapi si temen ini keukeuh bilang kalo cewek ini hippies parah la,la,la. Gak peduli sih, nyatanya aku lebih tertarik sama Ichyl walaupun temenku ini bilang Barasuara keren banget.

Hmm, kayaknya euforia aku terhadap segala macam permusik indie-an emang lagi buntu banget. Ibaratnya aku sedang kehilangan selera makan. Gak nafsu untuk makan apapun. Apalagi sama sesuatu yang overrated macem Barasuara, bosen dengernya.

Makanya ajaib banget saat malem kemarin, sebelum tidur, aku sumringah dan senang hati bukan main (kepalaku bergerak ke kana ke kiri pertanda musik yang tengah didengarkan sangat membuat bahagia) saat aku membuka YouTube dan mendengar lagu “My Brother Woody” milik my all time favorite band, Free Design sama “Plain Song” dan “Anais Lullaby” milik duo jenius, Iyub dan Dita dari Santamonica.

Aaaaaah senang, senang, senang! Kalian membuatku semangat lagi soal musik, sungguh! (walaupun sepercik) :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s