Sad Thought

Aku suka sedih kalo mendengar ada yang bilang kakak ku terlalu sibuk kerja jadi aja anaknya ditinggal-tinggal, jadi begini begitu, atau ada yang bilang kakak ku gak terlihat mengurus anaknya begini begitu. Rasanya sedih aja karena aku melihat kakak aku itu selalu bangun jam delapan pagi, bekerja dengan orang-orang menyebalkan yang gak membuat segalanya jadi terasa lebih baik, pulang malam-malam dan jarang tidur karena anaknya baru bisa tidur jam 11, kalaupun tidur suka terbangun-bangun. Intinya kualitas tidur kakak aku udah jelek banget, dan pasti cape jangan ditanya tapi dia gak pernah marah kalau anaknya rewel, aku gak pernah melihat dia ngeluh dan menumpahkan kekesalan ke anaknya, gak pernah sama sekali. Jadi kalo mendengar ada yang ngomong sesuatu kayak gitu aku ngerasa sedih banget karena ngerasa dari dulu apa yang kakak aku lakuin ini suka salah dan dipandang sebelah mata sama sebagian orang. Padahal ya ampun, dari kuliah tuh dia gila-gilaan bangetlah ngelakuin semua hal dan aku ga pernah ngeliat dia ngumbar-ngumbar kesusahan dia. Tapi semenjak ngelihat rutinitas dia sehari-hari yang melelahkan dan denger apa yang orang itu bilang tanpa sadar aku menangis karena tiba-tiba inget muka kakak aku yang menyebalkan, tukang nyuruh dan pergi ke kantor denganĀ  ngejinjing tas parasit oranye yang dekil.

-ditulis kemarin-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s