First Things First

“Temen pertama kamu gak akan pernah jadi temen yang ‘sebenernya’ percaya deh”.

Itu simpulan yang aku, Cendi dan Mumut buat di suatu siang, entah dimana, pokoknya hari itu kami ngobrol panjang lebar. Maksud dari pernyataan di atas adalah, saat kita masuk ke lingkungan baru, katakanlah masuk dunia kampus, kita pasti berkenalan dengan orang baru. Pertanyaannya, apakah orang pertama yang kita ajak kenalan saat di kelas bener-bener jadi temen kita for the rest of college life? The answer for me is no.

Masuk kelas aku berkenalan sama seorang cewek dari Lombok, seems kind and quite sebut aja Rania. Hari pertama di kelas aku duduk di sebelah dia. Tapi apakah dia yang jadi temen deketku selama di kelas dan kuliah? Jawabannya, nggak. Dia berimigrasi menuju geng “middle class” yang, yah, gak gaul banget gak cupu banget. But turns out, satu tahun sampe dua tahun kemudian aku berkuliah, we never ever ever keep in touch again.

Lantas siapa yang jadi teman dekatku pas kuliah? The answer is Mumut yang jelas-jelas adalah orang kesekian yang aku ajak berkenalan di kampus. Pertemuan ama Mumut adalah bukti nyata dari perkataan Cendi kalo seorang manusia punya naluri dalam memilih temannya. Mengapa demikian?

Di siang hari yang panas, di pertengahan tahun 2012 aku yang lagi jalan ama Rania berpapasan sama temen sekelas yang kala itu belom dikenal-kenal banget. Teman sekelas itu adalah Teni dan Mumut. As Teni and Rania talking aku dan Mumut pun berkenalan. Ajaibnya perkenalan itu berasa bukan kayak ketemu orang baru. Beda sama perkenalan dengan Rania dan Teni yang datar-datar aja, aku dan Mumut langsung akrab satu sama lain. Bicara A dan B bahkan sempet ngegosip dikit.

And from that day on, aku berteman dekat sama Mumut sampe sekarang, for the rest of college life, bukan sama Rania. Mumut pun gak berhubungan lagi sama Teni yang sekarang sudah sangat-sangat jauh berbeda tingkat pergaulannya.

Pertemuan aku dan Mumut siang itu menjadi bukti kalo you never choose your friend, but the universe choose it he he.

Hal yang sama terjadi saat SMA. Saat kelas 1 teman sebangku sekaligus mate pertama di kelas adalah Widya. Tapi yang jadi sahabat super dekat ampe lulus SMA? Jawabannya Anin yang baru aku kenal beberapa hari kemudian. Kenapa bisa gitu? Balik lagi ke persoalan naluri, saat berkenalan dengan Anin aku langsung klik begitu aja. Lancar ngomongin apapun dari A sampe Z dan kita bener-bener punya frekuensi humor yang sama. Sorry to Widya yang akhirnya bete sama aku karena aku memilih buat duduk sebangku ama Anin. Aku dan Widya gak pernah nyambung-nyambung amat.

“Kok bisa sih aku selalu berteman dekat sama orang-orang yang selera humornya sulit dimengerti orang, punya rasa geli tingkat tinggi ama segala hal yang romantis, sama-sama punya kesulitan buat blending ama college’s people, menemukan fakta bahwa kuliah telah mengubah total kemampuan bergaul, secara alami langsung aja gitu berkumpul dengan si A dan B yang punya ciri-ciri tersebut? Kenapa ya?”

Selain naluri, aku percaya sama perkataan narasumber tugas kuliah wawancaraku dulu.

She said, “Pada akhirnya (tanpa mesti susah payah) burung-burung yang banyak jenisnya itu bakal ngumpul lagi ama burung-burung lain dalam satu sangkar. Belom tentu ama jenis atau varian burung yang sama. Tapi satu hal yang jelas, mereka yang kumpul dalam satu sangkar itu adalah “burung-burung yang sama”. Get it? And everything happens naturally tanpa paksaan. I believe the universe always conspired to make things in our life happened for the reason.

Advertisements

One thought on “First Things First

  1. “Kamu mau masuk apa?” “Jurnal” “Ih sama” “😻😻😻😻”. “Kamu suka bigbang gak? Aku suka bgtt” “Aku jugaaa!!! Ih kok sama!!!!”
    Dan semenjak hari itu, petualangan dan kelucuan hidup Firda dan Mumut pun dimulai. Wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s