Long Time Wishes and The Future

Ada satu episode How I Met Your Mother saat Lily udah yakin banget buat nikah with his long time boyfriend Marshall but then she’s realized masih banyak wishlist dalam kehidupan dia yang belom dicapai such as jadi profesional painter, traveling ke beberapa negara bahkan ngerasain buat jadi lesbian.

Suddenly she feels anything moving too fast and she scared if she get married she won’t be able to accomplished her longlife wishlist.

He loves Marshall so much but then she decided to call off the wedding and fly to San Fransisco in the name of “mencari apa yang sebenernya mau dilakuin dalam hidup”.

Sebenernya Robin bilang ke Lily kalo semua wishlist lamanya itu udah dibalas dengan sesuatu yang sangat worth it bagi Lily yaitu: The only man he loves Marshall.

But, still Lily memutuskan untuk pergi ke San Fransisco. Karena dia merasa harus tau, apakah bener wishlist yang dia buat waktu SMA itu impian besarnya banget?

But at the end, akhirnya selama tiga bulan di SF dia gak ngerasa wishlist yang lagi dia penuhi bener-bener bikin dia bahagia karena dia sadar her source of happiness is… Stay beside Marshall.

Dan gak ada yang lebih menakjubkan sekaligus so sweet saat ternyata Barney lah yang membujuk Lily buat balik ketemu Marshall.

image

Aku percaya semua orang punya wishlist-wishlist, impian hidup yang pengen mereka penuhi. Seperti seorang temanku yang sangat ingin pergi ke Perancis suatu saat nanti dan aku yang sangat ingin pergi ke Peru, Islandia, nonton Coldplay atau Death Cab for Cutie suatu saat nanti.

Banyak sekali kalo mesti disebutin satu-satu.

Tapi saat bicara soal kemungkinan terwujud atau nggaknya, aku jadi mikir. Apakah suatu saat nanti aku bakal kayak Lily yang menemukan definisi “wishlist” telah berubah saat dia bertemu her soulmate Marshall?

Apakah aku bakal menemukan sesuatu yang cukup worth it juga untuk memenuhi wishlist-wishlist aku (jika) pada akhirnya beberapa diantaranya tidak tercapai?

Setidaknya kita harus mencoba dulu sih. Mencoba memenuhi beberapa wishlist itu dengan kerja keras. Seperti Lily yang terbang ke San Fransisco dan harus rela ditolak mentah-mentah oleh Marshall saat mau ngajak balikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s