Bapak Baik

2012, empat tahun yang lalu aku berdiri di depan Gang Mawar nomer sekian di Jatinangor jam 5 Subuh. Sambil pake pretelan Ospek, aku bingung harus naik apa ke kampus. Melintaslah seorang pengendara motor yang demgan polosnya aku kira tukang ojeg. Walaupun dengan halus si Bapak bilang dia bukan tukang ojeg, Bapak ini menawarkan diri buat nganterin aku ke kampus.

Aku lupa mukanya. Tapi aku inget jaket dan helm hitamnya. Plus aku selalu ingat kebaikannya yang menyelamatkan “orang asing” ini kala itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s