Menua

Sejak kepikiran buat jadi lebih peduli sama perawatan kulit wajah, otomatis aku jadi ngefollow beberapa beauty vlogger, atau yah practically beautiful girl yang enak dipandang di Instagram hehe. Kalo baca blog atau nonton vlog mereka, suka terkagum-kagum sendiri dengan betapa banyaknya uang yang mereka investasikan buat kecantikan mereka.

Dan menurutku sih ga ada yang salah sama itu. Saat seseorang udah financially mapan memasok dirinya dengan produk-produk kecantikan atau skin care yang high end, ya berarti dia emang mampu, ya berarti dia emang punya komitmen yang sungguh-sungguh buat merawat dirinya kan.

Dan hal itu sempet bikin aku mikir kalo ada banyaaaak banget cewek di luar sana yang rela abis-abisan buat perawatan diri mereka. 

Karena iya sih menjadi tua itu terdengar menakutkan. Iya sih melihat munculnya kerutan saat tersenyum itu bikin was-was. Iya sih melihat ada flek-flek hitam mulai menyembulkan dirinya itu bikin gak karuan.

Tapi, jadi tua dan menua itu kan pasti ya.

Berusaha “menekan waktu” sekuat mungkin biar proses menua ini agak melambat mungkin bisa dilakuin dengan berbagai perawatan wajah yang amat banyak dan mahal. 

Tapi sadly, saat aku nge-pause vlog si Mbak Anu yang skincare routinenya pake Menard, aku liat kerutan tipis di ujung matanya tetep ada. Bekas jerawat tipis yang entah itu sebenernya ditutup foundation juga keliatan masih ada.

Lalu  liat Storygram si Mbak Anu, brand ambassador Wardah yang baru lulus kuliah kemaren dan selalu terlihat flawless di fotonya itu, eh kok kalo fotonya gak diedit kantung matanya yang hitam banget juga terlihat jelas.

Singkatnya aku jadi mikir, kalo nobody is perfect. Apa yang bikin mereka kelihatan sempurna adalah hasil susah-payah mereka buat mengusahakan semuanya keliatan sempurna. Got it? 

Mengusahakan segala sesuatu biar kita selalu terlihat perfect walaupun akan didera pertambahan usia it’s pretty normal. But you against the time? All the best that you can do is only to hold the time for a while, not forever. Karena suka gak suka, kita bakal menua. 

Jadi tau apa yang lebih susah?

Menerima kenyataan soal menua dan mencoba hidup dengan kenyataan tersebut, lagi-lagi suka gak suka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s