Mind Circus #

Sedih lihat “orang-orang” ini bilang tukang ojeg di Nangor barbar, gak punya pendidikan, gak mau rugi dan hal-hal lain yang memperlihatkan dominasi power yang sok-sok’an mereka punya mentang-mentang mahasiswa.

To be honest, aku adalah orang-orang yang ngerasa ngenes liat banyak mahasiswa yang buka jasa ojek online, buat mengantar jemput orang ya. Kalo soal makanan atau barang masih oke.

Iya sih rezeki udah diatur Allah, tapi di wilayah sekecil Nangor ini jangkauan layanan ojek paling jauh cuma sampai mana sih? Cileunyi? Mending kalau wilayah jangkauannya luas. Ini tuu sempit banget! Sekarang aku keluar kosan aja liat enam pangkalan ojeg sekaligus yang selisih jaraknya gak nyampe 100 meteran.

Dan ini bukan kota besar kayak Jakarta atau Bandung dimana perbedaan ongkos itu bakal jadi pertimbangan banget. Ini cuma Nangor yang kisaran ongkos kemana-mananya masih di bawah 20 rebu.

Rasanya menyebalkan aja sih liat beberapa orang mengeluh mahalnya ojek ke kampus (10 rebu?) but tanpa mereka sadari mereka juga sering kok tanoa sadar mengeluarkan uang yang lebih banyak buat hal gak penting.

Menurutku kasian aja tukang ojeg yang masih harus antri-antrian dalam ngambil orderan ini saingan sama anak-anak kuliah yang, hmm.. Kalau ini emang soal uang hmm… Kalau ini soal pembuktian sebagai mahasiswa yang mandiri..  Kurang peka?

Aku entah kenapa ngerasa gak tega aja melihat uang kayak 5000 atau 10000 masih harus “diupayakan” sama mahasiswa-mahasiswa yang pasti punya uang saku itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s