Hari Kedelapan Februari

Februari, 2017

Pulang ke Jatinangor resmi sebagai pengangguran. Duduk dekat sepasang nenek-kakek yang saling berseberangan. Si kakek membeli pisau cukur dari mang-mang penjaja, si nenek memberikannya dua ribu rupiah. Pisau cukur tersebut langsung dipakai si kakek mencukur rambut-rambut di atas mulutnya yang terlalu tipis bila disebut kumis. Aku diam-diam tersenyum melihat tingkah si kakek. 

Sampai di mulut pintu Tol Mohamad Toha, si kakek dan nenek jajan lagi dari pedagang asongan. Kali ini mereka makan batagor dua ribuan dengan lahapnya.
*sudah ditulis lama*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s