Isyana Sarasvati: Album Perdana dan Kisah Kuliah Musik di Luar Negeri

Lihai bermain piano dan menciptakan musik sedari kecil, Isyana Sarasvati kini melebarkan sayapnya di industri musik Indonesia setelah sebelumnya lebih asyik berkecimpung di dunia musik klasik dan opera. Ditemui Rolling Stone di sela-sela kegiatannya mengisi acara buka bersama Guvera di bilangan Senopati, Jakarta, jelang akhir pekan lalu, penyanyi yang menghiasi majalah Rolling Stone Indonesia terbaru sebagai salah satu The Young Guns 2015 ini bercerita tentang proses penggarapan album perdana hingga pengalamannya memiliki guru segalak Terence Fletcher di film Whiplash saat mengenyam pendidikan di Singapura.

“Setelah rilis single “Keep Being You” dan yang paling baru kemarin “Tetap Dalam Jiwa” aku mau merampungkan album perdana yang sebenarnya materinya udah ada dari tahun lalu cuma aku nggak publish-publish karena kemarin domisili masih nyangkut di luar dan baru pulang ke Indonesia satu setengah bulan yang lalu. Sekarang lagi tahap finishing bahkan untuk packaging udah aja. Ini didiemin dari Juli tahun lalu sebenarnya,” ujar gadis yang piawai memainkan alat musik elekton, flute dan saksofon ini.

Selepas lulus SMA, Isyana mendapatkan beasiswa diploma di Nanyang Academy of Fine Arts Singapura (NAFA). Tak ingin terhenti mempelajari musik klasik ia pun mengambil tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan sarjana di Royal College of Music, Inggris. “Jadi kemaren aku lulus dari NAFA Singapura. Udah beres diploma lanjut sarjananya ambil musik di London. Itu beasiswa full karena itu makanya diambil. Di Inggris aku memperdalam musik klasik, opera, komposisinya. Mentality-nya kalau di Eropa terasa banget. Mungkin karena musik klasik lahir dari sana,” ujar Isyana.

“Dulu waktu di Singapura aku punya guru kayak di film Whiplash. Kalau di film itu pemain drum, di aku lebih ke guru menyanyi. Strict dan galak banget, katanya demi kebaikan. Nggak sampai berdarah-darah sih, tapi untungnya aku nggak pernah kena marah dia,” cerita Isyana. Meskipun begitu, gadis kelahiran 2 Mei 1993 ini bercerita mengenai dukungan dan apresiasi yang tak henti-hentinya ia terima dari rekan-rekan guru dan temannya semasa kuliah di Singapura saat mengeluarkan single perdana, “Keep Being You”.

“Aku sangat bahagia karena Singapura memberikan apresiasi meskipun aku adalah international student. Saat mengeluarkan single pertama pun sampai ditayangkan di TV NAFA. Terus guru-guru disana pada nanya tentang single aku padahal aku nggak pernah kasih tahu,” imbuhnya lagi.

Isyana mengeluarkan single debutnya “Keep Being You” pada 2014 silam. Mendapatkan respons hangat dari para penikmat musik indonesia atas kepiawaiannya bermain musik dan bernyanyi Isyana meluncurkan single kedua “Tetap Dalam Jiwa” pada Juni yang lalu. Saat ditanya tentang konsep musiknya pada kedua single tersebut Isyana berujar “Aku sudah cukup lama sekali menempuh karir di bidang musik klasik jadi sekarang waktunya untuk mencoba jenis musik yang lain.”

Untuk artikel aslinya dapat dilihat disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s