[Wawancara]Arkarna: “Indonesia Memilih Kami”

Beberapa portfolio tulisan berupa artikel, ulasan dan wawancara. Untuk melihat lebih banyak contoh karya tulisan silakan hubungi blogdearthy@gmail.com

Untuk wawancara versi published nya silakan dilihat disini.

Obrolan tentang karier gemilang yang sempat memudar, rasa bangga tampil di depan seorang presiden dan tanggapan atas sindiran seringnya mereka kembali ke Indonesia.

Siang itu Ollie Jacobs dan Matt Hart datang satu jam lebih awal dari waktu bertemu yang telah ditentukan. Pihak label yang menemani mereka beralasan ngeri terjebak macet dan terlambat lantaran demo buruh. Alhasil mereka menunggu satu jam lamanya sembari menyantap kudapan.

Tak berapa lama kemudian, waktu untuk berbincang-bincang pun tiba. Ollie tampil mengenakan kaos merah bertuliskan “Indonesia” sementara Matt mengenakan kaos berlambang lidah ciri khas logo band legendaris The Rolling Stones. Keduanya dengan santai dan antusias memasuki kantor Rolling Stone Indonesia.

“Wow, it”s good,” ujar Ollie membuka percakapan hari itu sesaat setelah meminum jus jeruk yang disediakan. Ia tampak mengamati sekeliling. “Saya belum pernah melihat yang seperti ini,” lanjut Ollie saat mengambil alat perekam yang digunakan untuk merekam wawancara ini. “Telepon genggam ini cukup unik.” Kemudian ia menaruh kembali telepon genggam tersebut. Matt lebih banyak diam sampai akhirnya percakapan dimulai dan keduanya mulai mengisahkan perjalanan karier mereka di bawah naungan Arkarna.

Grup musik rock-elektronik asal Inggris yang sudah menelurkan dua album studio diantaranya Fresh Meat (1997) dan The Family Album (2001) serta sebuah album mini berjudul Music is My Therapy (2011). Single “House on Fire” yang menjadi penanda debut karier mereka berhasil meraup kesuksesan yang besar dan melambungkan nama Arkarna pada saat itu.
1998 menjadi kali pertama kedatangan Arkarna ke Indonesia.

Semenjak kedatangan pertama tersebut Arkarna mengaku Indonesia telah menempati ruang tersendiri di hati mereka. Membuat mereka tak pernah bosan untuk kembali ke Indonesia, entah itu saat melangsungkan konser di Bali dan Jakarta pada 2013 silam atau mengikuti inagurasi untuk merayakan kemenangan Jokowi sebagai presiden pada 2014 lalu. Seperti yang telah mereka katakan, Arkarna dan Indonesia telah menjalin ikatan yang sangat kuat.

Maka saat mereka kambali ke Indonesia pada tahun ini dan dengan kesadaran penuh menyanyikan ulang lagu legendaris milik Gombloh, “Kebyar-Kebyar”, sebagian orang menilai apa yang mereka lakukan adalah sebuah penghargaan terhadap Indonesia. Tetapi tak sedikit pula yang beranggapan mereka hanya sekadar mencari ketenaran semata di sini. Lagi-lagi pertanyaan mengapa mereka getol sekali menyambangi Indonesia terlontar. Namun berbeda dengan jawaban sebelumnya, kali ini bukan hanya sekadar ikatan khusus yang membuat mereka kembali. Lebih dari itu, Ollie dan Matt beranggapan bahwa Indonesialah yang telah memilih mereka.

Tolong ceritakan kampanye narkotika serta perilisan ulang lagu “Kebyar-Kebyar” yang kalian lakukan pada beberapa waktu lalu.
Matt:
Semua berjalan dengan sangat baik! Tanggapannya sangat hebat, meskipun kami tidak pernah melakukan kampanye semacam ini selama bertahun-tahun. Butuh waktu yang lama untuk merencanakan apa yang akan kami kerjakan sehingga kami sangat bangga dengan apa yang kami lakukan saat ini. Sebelumnya kami tidak tahu bagaimana reaksi masyarakat terhadap kampanye yang akan kami lakukan. Hal yang kami inginkan hanyalah memastikan semua yang kami lakukan bermanfaat.

Tanggung jawab yang kami pikul membawa pesan-pesan yang positif, orang-orang berkata ini [lagu “Kebyar-Kebyar”] membuat mereka menangis, mereka berkata apa yang kami lakukan adalah sesuatu yang indah dan kami ingin berterimakasih kepada semuanya telah menyukai kami. Pun dengan dukungan dari BNN dan masyarakat Indonesia. Mereka sangat ramah.

Kami juga berterimakasih karena telah diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu yang kami cintai. Anda tahu? Ini semacam proses yang ingin membangkitkan kesadaran hingga ke hati banyak orang karena lagunya sendiri adalah lagu yang sangat kuat. Dan lagu tersebut benar-benar mendorong kami untuk melakukan sesuatu yang kami pedulikan selama ini.

Jadi semua berjalan dengan baik?
Matt: Ya, semua berjalan dengan baik. Kami berhasil mendapatkan empat juta hit dalam empat hari. Rasanya semua berjalan lancar.

Apakah kini Arkarna benar-benar hanya terdiri dari kalian berdua saja?
Olie: Ya, ini semacam proses transisi. Tapi di dalam “Kebyar-Kebyar” kami berkolaborasi dengan beberapa musisi Indonesia seperti pemain gamelan. Rasanya luar biasa dapat melibatkan musisi Indonesia tapi terkadang kami juga membawa rekan kami dari Inggris. Ya, kami masih melibatkan beberapa orang lain tapi tak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan musisi Indonesia lagi di masa depan, semoga.

Anda telah menyanyikan lagu “Kebyar-Kebyar” berulang-ulang kali. Apakah rasanya semakin mudah?
Ollie: Sangat. Ini semakin mudah meskipun awalnya sangat sulit melafalkan kata-katanya. Namun kini semua terasa lebih mengalir apa-adanya dan itu adalah hal yang bagus.

Apa rasanya menyenangkan melihat antusiasme para penggemar di Indonesia?
Matt: Tentu saja, merupakan sebuah hal yang menakjubkan untuk mendapatkan respons semacam ini. Rasanya tak pernah melelahkan. Setiap saat kami kembali, kami selalu disambut dengan tangan terbuka dan itu merupakan suatu hal yang tidak dengan mudahnya bisa didapatkan di tempat lain. Kami rasa para penggemar di Indonesia mendukung kami dengan berbagai cara. Mereka selalu menyambut kami kembali. Saya rasa itu sangat menakjubkan. Ya, Anda tahu, memiliki sebuah kesempatan untuk tinggal di sini adalah hal yang hebat. Kami telah diberikan begitu banyak hal selama tinggal di sini.

Bagaimana tanggapan kalian terhadap kritik dari masyarakat Indonesia saat kalian membawakan lagu “Kebyar-Kebyar”? Tentu tidak hanya ada tanggapan positif yang kalian terima bukan?
Ollie: Saya rasa saya belum pernah benar-benar mendengarkan kritik kecuali dari seorang pria yang hadir di konferensi pers peluncuran single ini. Ia sepertinya menjadi satu-satunya pria yang melontarkan kritik dan tampak tidak menyukai kami. Karena hampir semua orang tampak sangat baik dalam menanggapi apa yang kami lakukan. Pertanyaan yang pria itu ajukan seperti “Mengapa kalian tinggal di Indonesia?”, “Mengapa kalian datang ke Indonesia?”. Rasanya, “Ya Tuhan, dia sangat mengerikan”.

Tapi untuk menanggapi hal tersebut kami selalu menegaskan, di dalam perjalanan karir kami, Indonesia selalu menjadi tempat yang ajaib bagi Arkarna. Saya rasa Indonesia benar-benar memilih Arkarna. Ini tidak seperti “Mari kita datang ke negara ini atau itu”. Tidak. Indonesia memilih kami. Dan bagi kami hal tersebut adalah anugerah dari dunia ini.

Sangat menakjubkan dan sebuah kehormatan bagi kami untuk menerima anugerah semacam itu karena tentu hal seperti itu tidak datang di setiap saat. Bukankah jika Anda menerima suatu hal yang menakjubkan di dalam hidup Anda harus menerimanya? Kami tidak bisa melawan seperti “Oh, saya tidak akan pergi ke sana dan membuat rekaman lain lalu membuat apapun yang kami inginkan”. Anda mengerti apa yang saya maksud bukan? Ini merupakan sebuah anugerah yang menakjubkan dan kami menerimanya dengan segala kerendahan hati.

Matt: Maksudnya adalah ketika Anda melakukan sesuatu dan menampilkannya kepada banyak orang, akan ada semacam tingkatan penerimaan. Anda tidak akan pernah memuaskan semua orang, tidak akan, dan tidak akan pernah. Akan selalu ada kebencian dan cara untuk menghadapi kritik semacam itu adalah dengan mencoba untuk menjadi orang yang positif. Kami tidak berpikir, “Mari kita biarkan mereka memengaruhi kreativitas yang kita miliki”. Faktanya, terkadang ada orang-orang yang membutuhkan perhatian atau iri dan berharap untuk memiliki pengakuan yang sama. Anda tidak bisa melawan hal negatif dengan sesuatu yang sama negatifnya.

Tapi yang pasti kami sangat mengahargai opini yang diberikan orang lain. Kami fokus dan bangga dengan apa yang telah kami lakukan dan kebanyakan orang mengatakan hal yang bagus. Anda tidak bisa mengharapkan 100% tanggapan yang positif. Jujur saja saya banyak meluangkan waktu untuk membaca dan membalas komentar-komentar masyarakat melalui media sosial. Ada satu komentar negatif yang saya baca, saya rasa dia hanya iri. Karena jika sisanya mengatakan dan menulis hal serupa maka kami tidak akan memiliki banyak pilihan seperti saat ini.

Apakah kalian beranggapan kesuksesan besar yang kalian raih pada 1997 merupakan “momen keemasan” Arkarna?
Ollie: Saya rasa, ya untuk beberapa hal, ya. Rasanya agak sedikit berat dan menyedihkan untuk berpikir seperti itu tapi mungkin banyak orang yang menyukai “Kebyar-Kebyar” dan lagu tersebut menjadi lagu pertama dari Arkarna yang mereka dengarkan.

Matt: Momen keemasan, rasanya tidak.

Ollie: Mungkin ini semua berkaitan dengan cara Anda memandang suatu hal. Mungkin beberapa kali saya berpikiran seperti itu. Saat pertama kali datang ke Indonesia semuanya terasa sangat intens. The fame thing was really hard. Dan bagi saya terkadang itu agak berlebihan. Terutama saat kembali ke masa dulu saat kami masih muda, saat kami masih dalam tahap berkembang, lalu mencoba untuk mengembangkan sebuah studio rekaman. Pada saat itu saya tidak terlalu mampu untuk menghadapinya. Tapi kini setelah mengalami itu semua saya belajar dari pengalaman dan menikmati momen-momen dimana orang berdatangan dan meminta foto atau lainnnya. Saya semakin membumi dan jauh bisa menikmatinya. Sejak merilis “Kebyar-Kebyar” kami tampil di berbagai acara televisi, ada lebih banyak orang yang menyukai kami, dimana-mana ya.. [terdiam] mengapa Anda menanyakan pertanyaan ini?

Saya hanya mengira-ngira apa yang ada di benak kalian saat memandang kesuksesan di tahun 1997 silam.
Matt: Mari katakanlah akan tercipta lagi momen keemasan lainnya. We can make another golden moment. “Kebyar-Kebyar” adalah salah satu momen emas kami begitu pun dengan inagurasi, saat kami tampil di depan Jokowi. Maksudnya, beberapa tahun belakangan ini sungguh gila. Seperti saat tampil di depan seorang presiden. Bagi kami itu merupakan sebuah kehormatan yang besar, apalagi inagurasi pada saat itu berlangsung di salah satu tempat bersejarah di negara ini.

Rasanya sungguh-sungguh gila. Jika kami terus menengok ke belakang dan membandingkannya dengan apa yang saat ini kami kerjakan, jika Anda terlalu sering melakukan hal semcam itu, langkah Anda akan terhenti dan Anda mulai mempertanyakan diri Anda sendiri. Dan mungkin apa yang kami kerjakan sebaiknya tetap tinggal di masa kini. Kami tidak pernah benar-benar duduk dan merencanakan akan membuat kampanye ini dan itu atau membicarakan konsepnya akan seperti apa.

Semua berjalan dengan alami. Rasanya sungguh ajaib saat satu persatu hal seperti yang saat ini kami lakukan tiba-tiba berdatangan. Saat Ollie berkata mengenai anugerah dari dunia, ya memang begitulah yang kami rasakan. Semua terjadi seperti telah ditakdirkan.

Sama halnya dengan album pertama yang kami buat, apa yang terjadi pada saat itu adalah apa yang kami rasakan pada saat itu juga dan secara tanpa sadar menjadi luapan yang meledak-ledak. Pada saat itu kami masih muda dengan pandangan hidup yang sama-sama masih muda dan percaya diri.

Ollie: [Terdiam] Ya, ya.. segala hal pada saat itu hanya terasa lebih intens saja. Seperti saat di depan pintu hotel dan dimana pun ada banyak pihak keamanan. Kami menghabiskan waktu sembari menontonnya dan tidak tahu apa yang terjadi. Saya jauh lebih menyukainya sekarang, seperti saat harus tergesa-gesa untuk bersiap-siap tampil hanya dalam 20 menit dan kami baru saja tiba dari Inggris namun pada akhirnya kami bisa menampilkan pertunjukan yang baik. It just chaotic.

Matt: Kami harus sadar bahwa industri musik telah berubah sangat drastis semenjak debut Arkarna. Kita berbicara soal beberapa kaset yang mungkin kebanyakan anak muda saat ini tidak akan tahu itu benda macam apa. Namun jika kembali pada masa dulu, setiap hari rasanya sungguh boros. Tidak ada kemudahan seperti saat ini. Dulu tidak ada media sosial. Jadi jika Anda ingin bertemu seseorang dengan lebih dekat Anda harus mendatanginya.

Tidak ada kemudahan akses seperti saat kini, Anda harus beradaptasi. Itulah alasannya mengapa masa-masa pada waktu itu sungguh gilau dan kacau. Saya rasa kita harus melihat pada masa-masa itu jika berbicara soal momen keemasan. Tapi pada akhirnya kami harus sadar bahwa industri musik terus berubah. Contohnya kampanye yang kami lakukan. Sebelumnya tentu musik tidak digunakan sebagai alat untuk berkampanye.

Jadi kalian benar-benar yakin bahwa industri musik telah jauh berubah?
Ollie: Oh my god yes! Industri musik telah berubah dimana-mana, internet telah memengaruhi banyak hal, katakanlah majalah. Cara orang-orang membaca majalah sudah tidak sama seperti dulu lagi mereka menggunakan internet, iPad. Sama halnya dengan majalah, musik pun demikian. Kini semua orang dapat membelinya di Spotify, atau streaming. Pembajakan juga tentu terjadi di Indonesia bahkan dengan penyebaran kaset yang berbentuk fisik. Saya ingat dulu pernah melihat ratusan kaset palsu Arkarna. Rasanya seperti “Yang benar saja!”. Apa yang bisa kami lakukan? Tentunya beradaptasi dan berubah. Pekerjaan setiap manusia adalah beradaptasi dan berubah. Bayangkan saat dulu orang-orang menulis kitab —tentu sebelum muncul printer—. Lalu datang printer dan orang-orang yang menulis secara manual kehilangan pekerjaannya. Anda harus berkembang dan berubah agar dapat bertahan.

Matt: Semakin berkembangnya teknologi dan ide-ide baru yang bermunculan membuat Anda harus mencari cara untuk tetap bertahan atau Anda akan kalah di dalam pertarungan. Kembali pada saat kami masih muda, masa-masa saat Arkarna terpukau oleh industri musik, namun pada saat yang bersamaan industri musik di Inggris berubah saat krisis ekonomi melanda. Hal itu telah mengubah semua hal. Setiap bisnis di Inggris mengalami pemotongan biaya secara besar-besaran. Semua hal tertumpu pada keputusan finansial, rasanya semua tertuju pada sisi eknomi bahkan musik sekalipun.
Pada masa-masa sulit seperti itu kami bisa melihatnya dari sudut pandang kreatif artis. Tapi seperti Anda tahu, hal-hal semacam krisis tetap saja menjadi hal yang tak bisa dihindari. Sehingga cara untuk mengatasinya adalah dengan cukup kreatif dalam mengikuti perubahan. Menerobos batasan-batasan yang ada.

Mengapa membutuhkan waktu yang sangat lama untuk merilis album mini Music is My Therapy pada 2011 sejak merilis album The Family Album pada tahun 1999?
Ollie: Saya membuat banyak proyek, saat formasi Arkarna terpecah saya mulai menulis dan memproduksi lagu tanpa orang lain. Hal tersebut berlangsung cukup lama sampai akhirnya saya membuat satu proyek dimana saya membutuhkan seorang pemain gitar dan saat itulah saya bertemu dengan Matt. Kami berdua pun mengerjakan proyek tersebut, hubungan yang terjalin diantara kami berdua semakin erat dan kami banyak membicarakan apa yang selanjutnya akan kami kerjakan. Beberapa di antaranya telah selesai dikerjakan. Kami mulai menata semuanya dari awal, membuat materi-materi baru dan pertunjukan pedana kami pada saat itu adalah Java Rockinland 2010.

Matt: Ada banyak hal yang berubah di dalam jeda panjang tersebut sehingga membutuhkan beberapa waktu untuk siap kembali bertemu dengan orang-orang serta menyiapkan semuanya dengan baik. Saat Anda melakukan sesuatu dengan baik, sangat penting rasanya untuk mengembangkan diri Anda sebagai seorang musisi. I think everything happens for a reason.

Ollie: Tepat sekali.

Arkarna. (Syaura Qotrunadha)

Apakah kalian masih memiliki semangat yang sama untuk membuat musik bagi Arkarna?
Ollie: Kami memiliki banyak ide baru yang ingin digarap dan saya rasa sejauh ini kami melakukannya dengan benar. Mungkin kami hanya belum benar-benar siap, tetapi secara teori. Ya! Tentu kami masih bersemangat.

Matt: Ya, sangat penting untuk menyeimbangkan segala hal. Selalu ada bagian di dalam pikiran Anda yang harus berurusan dengan kreativitas tapi Anda tidak akan pernah tahu ide-ide itu dapat berkembang menjadi sesuatu yang lain. Tapi satu hal yang pasti adalah kami selalu ingin membuat musik. Namun mengingat semua hal bisa datang dengan tidak terduga seperti inagurasi Jokowi tahun lalu, kami ingin membiarkan semuanya untuk menjadi kejutan.

Apakah kalian mengikuti berita-berita terkini mengenai pemerintahan Jokowi?
Ollie: Untuk beberapa hal kami harus sadar bahwa kami adalah musisi. Politik adalah permainan berbahaya bagi seorang musisi terutama musisi internasional. Kami mendukung dirinya pada saat inagurasi dan kini adalah waktu bagi dirinya untuk memberikan sesuatu kepada masyarakat Indonesia. Kami hanya mengharapkan yang terbaik untuk dirinya dan semua berjalan dengan lancar. Kami memang terlibat di dalam sebuah kampanye anti narkoba tapi sejujurnya lebih dari itu kami tidak ingin terlibat dalam permainan politik.

Matt: Kami tidak pernah bisa memprediksi apa yang akan terjadi dan perlu diketahui media sosial itu memiliki cara kerja yang sangat gila. Anda tidak akan tahu apa yang Anda tulis dapat memengaruhi berbagai hal. Itu sebabnya kami harus membatasi diri kami terhadap hal-hal politik semacam ini. Namun diundang oleh seorang presiden, bukan hanya Indonesia saja, adalah sesuatu yang tidak dapat kami tolak. Itu merupakan kehormatan yang luar biasa. Hal yang sangat menjebak tapi tidak membuat kami berminat untuk terjun ke dalam bidang politik. Hanya satu hal yang jelas adalah kami peduli dengan Indonesia.

Bagaimana kalian melihat industri musik Indonesia?
Ollie:
Sangat menyenangkan. Saya menyadari suatu hal bahwa orang Indonesia bisa sangat mengalir. Tidak terlalu terpaku dengan jadwal yang benar-benar ketat, kami selalu mengadakan rapat di Warner Music [label musik Arkarna di Indonesia] namun tidak terlalu mencemaskan banyak hal. Sedikit berbeda dengan yang kami lakukan di Inggris.

Matt: Saya menemui banyak musisi dengan talenta luar biasa selama tinggal di sini. Seperti banyak talenta tersembunyi yang hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk ditemukan. [Matt memperlihatkan playlist di telepon genggamnya] saat ini saya mendengarkan GAC tapi favorit saya adalah Noah, “Seperti Kemarin”. Saya mendengarkannya sepanjang hari. Mereka adalah talenta yang sangat menakjubkan. Pada dasarnya musik adalah bahasa, jadi bukan sebuah masalah jika Anda tidak mengerti bahasa ibu dari penyanyi yang Anda dengarkan, Anda tetap dapat terhubung dengan lagu itu secara dekat.

Apakah sejauh ini ada rencana untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia?
Ollie: Kami telah melakukan kolaborasi dengan pemain gamelan dan pemain suling di “Kebyar-Kebyar”. Tapi, mungkin kami akan tertarik untuk berkolaborasi dengan musisi lainnya, meskipun hingga saat ini belum ada rencana seperti itu.

Matt: Kolaborasi bukanlah hal yang sederhana. Itu adalah proses yang alami. Kami tidak ingin melakukan sesuatu dengan terpaksa atau terburu-buru. Jika ada kolaborasi, itu harus dilakukan bersama musisi yang cocok dan memiliki visi misi bermusik yang sama dengan kami, dibanding hanya membuat sesuatu yang sudah pasti akan disukai banyak orang.

Bagaimana kalian melihat perjalanan Arkarna hingga saat ini?
Ollie: Ini adalah perjalanan yang sangat panjang, katakanlah semua telah dimulai sejak tahun “90-an. Tentu tidak mudah, ada fase naik dan turun tapi saya harus mengatakan, diri saya saat ini benar-benar sangat positif serta sangat bersemangat. Saya merasa ini adalah kesempatan yang bagus, saya bangga menyanyikan lagu Indonesia, itu seperti sebuah pencapaian. Saya rasa, [terdiam] ini seperti menaiki sebuah rollercoaster Arkarna dan ini semakin menyenangkan dan selalu bertambah menyenangkan.

Matt: Ya, bukankah semua hal yang kita kerjakan harus bermula dari apa yang kita cintai? Saya rasa kami selalu melakukan sesuatu dari hati dan jujur. Hasilnya apa yang kami kerjakan pasti akan selalu baik dan positif. Hingga saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s