Curahan Hati Lewat Diskusi dan Fotografi di Bandung Photo Showcase 2015

Untuk versi publishednya dapat dilihat disini.

IMG_8512
Foto: Firda Fauziyyah

Sekelompok orang dengan latar pekerjaan dan umur yang berbeda berkumpul bersama dan saling menceritakan kisah hidupnya di dalam sebuah kelas. Di bawah arahan Arum Tresnaningtyas (Arum), orang-orang itu saling berdiskusi dan belajar untuk bercerita lewat medium fotografi. Ada yang bercerita soal ketakutannya pada kecoak, ada yang bercerita tentang kehidupannya jauh di pulau seberang hingga berkisah tentang penglihatan sang nenek yang mulai memburuk karena katarak. Semua cerita itu terangkum di dalam sebuah pameran fotografi bertajuk “Kami Punya Cerita” yang diselenggarakn di IFI Bandung, Jl. Purnawarman No.32.

Mereka yang terlibat di pameran ini adalah “murid-murid” yang berasal dari sepuluh angkatan kelas Kami Punya Cerita. Masing-masing dari mereka wajib membuat proyek sebuah foto cerita setelah melalui 8x pertemuan sharing di kelas. “Tugasku lebih ke membimbing dan mengatur diskusi agar semuanya bercerita, saling melengkapi. Aku membebaskan temanya, tapi walaupun cerita yang ada di foto ini beda-beda benang merahnya adalah kami semua berbagi cerita melalui fotografi,” ujar Arum. Memang tampak sekali karya-karya yang ditampilkan disini tak memiliki ketentuan khusus, entah itu dari tema, teknik fotografi atau kamera yang digunakan. Namun, cerita yang disampaikan lewat foto-foto ini, terasa amat jujur dan personal.

Kita dapat memasuki dunia baru setiap  melihat satu-persatu foto. Bahkan, seakan-akan diajak berkenalan langsung dengan kehidupan pribadi sang pemotret. “Ada yang bingung mau ambil tema apa. Setelah diskusi, akhirnya kepikiran kayak foto aktivitas anaknya, meja kerjanya, kucing, rumahnya. Disitulah ketemu ceritanya,” ujar Arum.  Apa yang ditampilkan lewat foto-foto disini menggambarkan cerita masing-masing orang yang terlibat dalam pameran ini. Tak hanya apa yang mereka alami sendiri tapi juga apa yang mereka amati sehari-hari. Entah itu saat berkunjung ke taman bermain, saat naik angkot, jatuh cinta di kedai kopi, hingga masuk ke ruang bedah rumah sakit.

“Ada foto yang secara teknik udah bagus banget tapi ya udah sekedar itu aja, tapi banyak foto yang biasa-biasa aja secara tekniknya punya cerita yang kuat banget, kayak ini..,” Arum menunjuk rangkaian foto yang memperlihatkan ruang bedah. Tampak potret seorang dokter yang tengah becermin, dan suasana saat sang dokter tengah melakukan operasi mata. Rupanya sang pemotret dari foto tersebut ingin bercerita bahwa potret ayahnya tersebut adalah dirinya di masa depan. Selain itu masih banyak foto yang memiliki cerita yang menarik. Cerita-cerita yang melatarbelakangi foto-foto ini juga terangkum di dalam buku Kami Punya Cerita yang baru di launching pada Rabu (11/5) lalu.

Pameran foto ini merupakan bagian dari rangkaian Bandung Photo Showcase 2015, acara gagasan Bungkus! Bandung Photography Now, KOMVNI Photo Collective serta Institut Français Indonesia. Masih banyak pameran dan diskusi yang akan memenuhi rangkaian acara Bandung Photo Showcase hingga nanti 17 Maret 2015. “Kami Punya Cerita” Photo Exhibition sendiri masih akan berlangsung sampai 17 Maret 2015 dan bagi yang ingin mendengarkan cerita-cerita dibalik foto yang ditampilkan di pameran ini bisa langsung mendengarkannya dari si empunya cerita, Senin 16 Maret 2015 pukul 15.00 WIB bertempat di IFI Bandung. (FF)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s