Today is Not My Worse Day

Lucu saat awal bulan ini aku jengkel abis-abisan sama sistem WordPress tempatku bekerja paruh waktu sebagai content writer. 

Singkat cerita, Maret lalu aku kerja freelance di sebuah media di Bandung. Eh, Aprilnya aku ditawari buat nulis freelance juga di sebuah media Jakarta. Dua-duanya aku jalani semata-mata buat ngisi waktu luang dan nambah pengalaman walaupun uang hasil nulisnya pun gak seberapa *bahkan gatau jadi dibayar apa nggak lol*.

Awal nulis di media yang ada di Bandung (sebut aja media A) aku rada kesusahan sama sistem CMS buat ngupload tulisannya. Bahkan rasanya pernah ada di tahap mau nendang laptop aja karena kesel tulisan yang dikit-dikit mesti dikasih tautan artikel lain dari si website ini ilang lagi, ilang lagi.

Untungnya, makin lama aku makin terbiasa dan gak terlalu ambil pusing.

Tapi beda dengan si media B yang mulai minta aku nulis sejak April ini. Bukan cuma bikin aku pengen banting laptop, CMS situs yang satu ini rasanya bikin aku pengen ngejerit frustasi saking jadulnya sistem CMS ini.

Rasanya kesel luar biasa saat mesti ngupload 10 foto pake uploader jadul yang lemot. Belom lagi kekurangan-kekurangan lainnya. Pokoknya dalam hati aku mengutuk soal betapa ketinggalannya sistem website ini dibanding sistem media A.

Bahkan mbak penulis lain sampai chat aku di WA karena sama-sama kesusahan buat ngupload tulisan buat media B ini.

Pokoknya lima hari pertama nulis di media ini bikin aku marah semarah-marahnya dan sempet berjanji buat berhenti aja abis nulis seminggu saking gakuatnya sama kelemotan CMS situs ini.

Tapi, ajaibnya besok-besoknya aku nulis di media B ini makin lancar. Aku ngulik-ngulik cara biar ngupload tulisan disini lebih efektif dan ketemu. Singkatnya, sampai hari ini aku udah mulai terbiasa dan gak sestres awal-awal pas nulis di CMS situs ini.

Nah yang lucu, barusan, setelah vakum hampir dua minggu di media A yang ada di Bandung aku malah balik bergumam dalam hati soal betapa lebih praktisnya sistem CMS di media B.

LOL.

Rupanya setelah hampir dua minggu gak menyentuh situs A aku jadi ngerasa jauh lebih nyaman upload tulisan di situs B.

Padahal baru dua minggu yang lalu juga aku mengutuk abis-abisan sistem situs B dan membandingkannya dengan sistem situs A.

Ini lucu, karena apa yang aku kira sebagai situasi terburukku rupanya gak seburuk itu. Maksudnya, kesusahan aku di hari kemaren, yang aku anggap sebagai kesusahan terberatku ternyata gak seburuk yang aku kira.

Saat dihadapkan sama situasi yang lebih buruk, pengalaman kemaren-kemaren jadi gak ada apa-apanya.

Seperti yang aku alami hari ini, rupanya walaupun dihadapkan sama situasi sulit toh akhirnya situasi kayak gitulah yang bisa bikin aku dengan lantang bilang “Oh, nggak gue pernah ngalamin yang lebih sulit dari hari itu kok”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s