Pengalaman Terbaik Nonton Film di Bioskop [Part 1]

#1

Ini bukan soal urusan film atau teaternya yang bagus. Lebih dari itu, ada banyak hal lain yang membuat pengalaman menonton di bioskop bisa begitu menyenangkan untuk diingat kembali. Kalau diingat satu persatu sih, kebanyakan alasan yang membuat deretan pengalaman menonton film-film di bawah ini menjadi menarik malah bukan soal film-filmnya!

World War Z

brockingmoviesdotcom

via brockeringmovie.com

Menonton aksi zombie paling gila di layar lebar bersama Riki menjadi salah satu pengalaman yang paling aku ingat. Satu teater dibuat takut, menjerit bahkan bertepuk tangan saat Brad Pitt menjatuhkan kaleng soda dan dengan cool nya berjalan melawan arus zombie-zombie haus otak itu. Selain memang filmnya sangat tepat disaksikan di ruangan teater dengan soundsystem mumpuni, aku paling senang mengingat suasana menontonnya. Semua orang saling was-was, bahkan ada anak kecil nyeletuk “Pak, itu teu ku nanaon tetehna?” saat kaki Segen (Daniella Kertesz) si tentara tangguh digigit zombie.

The Guardian of Galaxy

marcianosmxdotcom

via marcianosmx.com

Groot memang lucu dan menggemaskan. Chris Patt memang tampil menawan. Tapi yang menyenangkan dari pengalaman menonton film ini di bioskop adalah saat telinga dimanjakan dengan soundtrack ­film yang sangat enak untuk dinikmati mulai dari dentuman ‘Pina Colada’ nya Rupert Holmes hingga ‘Fooled Around and Fell in Love’ nya Elvin Bishop yang mendayu-dayu . Semuanya sangat menyenangkan untuk dinikmati di bioskop!

Gravity

btchflcksdotcom

via btchstfk.com

Menyaksikan George Clooney dan Sandra Bullock mengapung-apung di luar angkasa dengan menggunakan kacamata 3D adalah pengalaman menonton terbaik di bioskop yang tidak dapat dibantah. Selain mata dimanjakan dengan efek visual yang gila, belum pernah rasanya menonton film “sehening” Gravity di bioskop, dimana para penonton juga terhanyut dengan keheningan yang disuguhkan film ini. A real nice solitude moment.

Interstellar

nolanfansdotcom

via nolanfans.com

Dua film bertema luar angkasa berturut-turut karena memang film-film semacam ini terlalu sayang untuk disaksikan lewat layar komputer. Ada beberapa hal yang membuat pengalaman menonton film ini menjadi pengalaman menonton film di bioskop yang berkesan. Pertama, Interstellar membuat imajinasiku akan wujud-wujud planet selain bumi menjadi nyata (bayangkan ada planet yang isinya cuma tsunami setiap menit?). Kedua, orang-orang di dalam teater sibuk berdiskusi. Semua orang dibuat tidak percaya, takjub dan penasaran dengan teori cryosleep-system yang bikin Matthew McCoughney tidak menua barang sedikitpun sementara anaknya yang ia tinggal di bumi sudah berubah jadi nenek-nenek reot. Diskusi bahkan masih terdengar saat orang-orang berjalan keluar dari teater.

I’ll write another review later!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s