Quickie Review #2: Film yang Ditonton April 2017 (Part 1)

BEAUTYTALKS (2)

Percayalah, tangan ini udah gatel banget pengen nulis beberapa ulasan film yang aku tonton sejak April. Tapi, kebiasaan aku yang gak bisa nahan banget ‘nyicil’ nonton film akhirnya membuat ‘hutang’ ku semakin banyak, banyak dan banyak *ceilah*. Tapi, mumpung hari ini baru merampungkan beberapa pekerjaan yang membuat mood agak berselera buat nulis review film, ya sudah jangan ditunda-tunda! Takut keburu males lagi, berikut adalah sebagian film yang aku tonton April lalu!

Annie Hall

Cendi bilang beli film ini gara-gara si Ted di HIMYM sering banget ngomongin Annie Hall, so she’s simply curious and so do I. Dirilis tahun 1977 film ini bercerita soal kisah cinta antara Alvy Singer (Woody Allen) seorang stand-up comedian dan Annie Hall (Diane Keaton) yang pasang surut. Kadang on, kadang off lengkap sama semua lika-likunya. Walaupun terdengar sederhana dan seperti kisah cinta pada umumnya film ini punya dialog lucu dan fresh yang menyenangkan untuk disimak. Dan rasanya masih relatable sama persoalan cinta banyak orang zaman sekarang juga deh?

Annie Hall (1977) Blu-ray Screenshot

via jumpscareuk.co

What I Love: Setiap karakternya ngomong langsung ke kamera. It’s funny and smart. Aku juga suka pas udah putus Annie dan Alvy saling nyari satu sama lain lagi. Not to mention, pemandangan New York tahun 70an dan baju-baju Annie yang keren pada saat itu.

What I Hate: Alvy yang parnoan.

Fav Scene: Adegan jalan di dermaga abis romantis hehe.

Dallas Buyers Club

Based on true story alert! Film ini bercerita soal seorang cowboy asal Texas, Ron Woodroof (Matthew McConaughey) yang terkena AIDS dan umurnya diprediksi tinggal sebulan lagi. Tapi dasar keras kepala, Ron gak lantas menelan mentah-mentah omongan si dokter dan berusaha mencari cara untuk sembuh sendiri. Well, siapa sangka sifatnya yang keras kepala itulah yang bikin Ron menemukan alternatif obat AIDS yang lebih efektif. Gilanya, dia sampai buka ‘klinik’ sendiri dan bikin paket pengobatan buat para penderita AIDS sebagai bisnis.

screenrantdotcom

via screenrant.com

What I Love: Cerita yang menampilkan sosok bad guy yang berubah menjadi pahlawan entah kenapa selalu bikin  kepercayaanku akan hal-hal baik di dunia meningkat. Yup, this movie has restored my faith in humanity. Apalagi karena based on true story.

What I Hate: Ini murni selera pribadi sih, tapi aku linu liat Matthew McConaughey kurus kerempeng begitu haha. But it doesn’t mean I hate his totality as Ron Woodroof. Of course there is no doubt that he’s really nailed the character.

Fav Scene: Waktu Ron belanja di supermarket dia ngebuang-buangin semua makanan olahan dan ngomelin Rayon (Jared Leto) pas ngambil makanan-makanan gak sehat itu. Sweet!

Kimi No Na Wa

Oke, aku disuruh nonton film yang super booming ini sama adek aku. Kebetulan pula Cendi punya langsung deh aku tonton. Film yang disutradari Makoto Shinkai ini bercerita seputar kehidupan gadis bernama Mitsuha yang tinggal di desa dan Taki yang tinggal di tengah kota Tokyo. Keduanya kadang bermimpi bertukar jiwa padahal tanpa mereka sadari mereka emang tukeran jiwa beneran. Awalnya sih mereka mulai terbiasa dan saling membantu dirinya masing-masing waktu bertukar jiwa sampai suatu hari fenomena pertukaran ini berhenti. Gara-gara semuanya berhenti mereka pun inisiatif buat saling mencari. Taki ke desa tempat tinggal Mitsuha dan begitupun sebaliknya. Sayangnya, pencarian itu gak berjalan dengan mulus karena banyak misteri yang bikin mereka hampir ditakdirkan buat gak akan pernah bisa ketemu secara langsung.

idigitaltimesdotcom

via idigitaltimes.com

What I Love: The subtle message about finding love in life in this movie. Sebut aku terlalu lebay dalam menganalisis tapi aku rasa film ini menyampaikan pesan tersembunyi soal takdir kita bertemu pasangan hidup dengan sangat halus. Dan aku suka banget sama cara penyampainnya! Terus, aku juga suka dengan gambar-gambar yang ada di film ini.

What I Hate: Waktu Mitsuha lupa nama Taki dan sebaliknya *padahal itu esensi filmnya* haha maafkan aku yang gak sabaran.

Fav Scene: Endingnya! Kayak udah gak ketemu puluhan tahun gitu :””’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s