About Dreaming

Tulisan ini jadi tulisan pertama di tahun 2018. Sebuah curhat soal mimpi semalam. Mimpi Riki bunuh diri pake silet dan aku fine-fine aja pas tau dia udah mati. Tapi pas di angkot hatiku langsung menclos dan rasanya pengen nangis saat ada nada dering masuk ke ponsel. Riki dengan nada khasnya, nanya aku lagi ngapain. Lengkap dengan memanggil aku sama panggilan kesayangannya. 

Ajaibnya aku nangis sambil membayangkan kalo Riki nelfon padahal udah mati. Dia nanya seolah gak ada beban. Nanya seperti sehari-hari seolah masih hidup. Perasaan kalau dia udah gak ada tapi nelfon itu entah kenapa nyata banget.

Gara-gara mimpi itu, jadilah aku bangun sambil cirambaian alias mata berkaca-kaca.

Dulu, Riki pernah cerita kalau dia juga mimpi aku mati. Tapi beda sama mimpi aku dimana Riki mati bunuh diri, di mimpi Riki aku gak diceritain mati kenapa.

Lalu, di mimpi itu Riki gak bisa nelfon atau ngobrol sama aku. Tapi di mimpi itu aku masih suka ngirin SMS ke Riki, nanya dia lagi apa dan lain-lain.

Riki bilang pas bangun tidur, dia juga nangis.

Dipikir-pikir, menarik juga ya saat tahu kita bisa membangun interaksi emosional di alam bawah sadar yang sama persis bareng orang yang dekat sama kita kayak cerita mimpi aku di atas?

2/1/18

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s