Series of the month: Killing Eve

Kabar baik di bulan September adalah minggu lalu aku binge watching satu season tv series dalam sehari, uuuuu setelah sekian lamaaa, setelah gak ada semangat nonton serial tv lagiiii, kemaren aku nonton full dari pagi ampe sore!

killing-eve-1920-anglo

Serial yang aku tonton adalah Killing Eve keluaran BBC Amerika. Dapet ini dari Ko Kevin (dia nyuruh buat nonton ini mulu) tapi karena aku lagi males nonton yang berat-berat, si serial ini aku anggurin sebulanan.

Cuma karena seminggu belakangan ini lagi gak ada film yang pengen ditonton akhirnya aku memutuskan buat nonton si Killing Eve deh.

Oke kesan pertama pas nonton episode pertama adalah hubungan Eve sama si Villanelle mirip sama hubungan si Sherlock ama Moriarty.

canva_photo_editor.1527330847

Dua musuh yang terobsesi satu sama lain, karena kehadiran Sherlock bikin Moriarty selalu tertantang dan Moriarty juga selalu bikin Sherlock excited.

Hubungan Eve sama Villanelle juga mirip-mirip gitu. Eve adalah seorang penyidik di MI5 sementara si Villanelle adalah psikopat dan pembunuh jenius yang bernaung di organisasi rahasia.

Tapi bedanya ama Sherlock, Eve adalah seorang penyidik biasa yang punya kehidupan normal. Pokoknya ngeliat karakter si Eve itu kayak membumi gitu lho (wtf is membumi).

Serial ini juga berhasil mengaduk-aduk emosikuuuu, aku senyam-senyum sendiri liat hubungan si Eve sama bosnya si Bill, aku nangis pas liat si Bill mati ditusuk, aku juga takut pas liat si Villanelle ngedatengin si Eve ke rumahnya.

Menurutku karakter semua tokohnya, khususnya si Villanelle dibangun dengan sangat, sangat baik.

Alasannya, walopun lama-lama Villanelle diliatin punya simpati ke si Eve kita gakan langsung liat perubahan dia jadi langsung baik gitu. Walopun Villanelle keliatan mulai melunak, tetep aja kalau dia dapet perintah buat bunuh seseorang (termasuk mentornya) dia bakal tetep ngelaksanain tugasnya.

Terus, satu hal yang bikin serial ini keren dan seru banget adalah aktris yang meranin Villanelle (Jodie Comer) bener-bener super baguuuuuus dan amazing banget. Sumpah bahkan setelah liat interview dia sama Jimmy Kimmel pun aku tetep ngeliat dia kayak psikopat (saking bagusnya akting dia!)

maxresdefault

Salah satu adegan Villanelle yang paling berkesan adalah pas Eve turun dari mobil dan mau konfrontasi langsung tapi si Villanelle langsung keluarin pistol dan ngarahin pistolnya ke leher dia. Eh, pas si Eve panik, Villanelle langsung ketawa, nembak ke arah kaki Eve dan kabur.

Dan aksi si Villanelle disitu gak ada apa-apanya dibanding sama pembunuhan dia ke depannya! Nah, mumpung season duanya masih diproduksi mending tonton dulu satu seasonnya. Dijamin deg-degan nontonin kejar-kejarannya si Eve sama Villanelle!

The ideal world

Sebenarnya, apa arti kata ‘ideal’? Kalau merujuk ke kamus, ideal itu artinya idaman, yang sesuai, bagus sekali dan cita-cita. Kehidupan yang sekarang aku jalani tidak bisa digambarkan dengan kata ideal. Karena aku tidak tahu definisi ideal untuk hidup. Apakah ideal itu jika hidup di Bandung dan bekerja sebagai copywriter/digital marketer amatiran? Apakah ideal itu dengan menjadi PNS yang hidupnya terjamin kurang lebih sepuluh tahun? Atau apakah ideal itu jika hidup sebagai reporter di Jakarta yang selalu sibuk kesana dan kemari?

Untuk sekarang, aku belum menemukan definisi ideal yang ingin aku jalani dalam hidupku. Tapi jika bicara soal dunia yang ideal aku punya jawabannya. Dunia yang ideal versiku adalah dunia seperti yang digambar oleh Victoria Vincent alias @vewn_.

36734231_248916815909942_1846054768628203520_n
credit: @vewn_
28427553_1782815038681303_6810035312006266880_n
credit: @vewn_

Saat pertama kali melihat thumbnail video miliknya di YouTube aku tahu akan sangat suka dengan video yang ia buat, aku akan sangat suka dengan gambarnya. Kenapa? Karena dunia yang digambarkan Victoria adalah hal yang mengingatkanku akan kehangatan dan khayalan lugu di masa kecil.

Dunia yang digambarkan Victoria adalah dunia impian yang aku pikirkan saat berusia lima tahun. Dunia yang benar-benar ingin aku tinggali karena disitu langit selalu berwarna oranye atau ungu. Dunia dimana rumah berjajar, berdempetan diantara jalan raya yang tidak begitu besar. Dunia dimana orang-orangnya berambut merah muda dan wajahnya selalu berwarna oranye karena di dunia itu langitnya selalu sama.

 

30946529_238578290222127_1654056660911521792_n
credit: @vewn_
26430814_373001473173695_7699176228988649472_n
credit: @vewn_

 

Dunia yang digambar Victoria mirip-mirip dengan dunia di Hey Arnold. Kalau kamu perhatikan, langit di Hey Arnold juga selalu didominasi warna oranye dan ungu. Selain itu rumah orang-orangnya berdempetan dan diselingi jalan raya. Bagiku, adegan setiap Arnold, Gerald dan kakek-nenek Arnold berdiri di depan rumah Arnold juga termasuk contoh dunia yang ideal. Entah kenapa.

Saat aku bicara aku ingin tinggal di dunia yang digambar oleh @vewn_ atau di dunianya Hey Arnold, maksudku adalah benar-benar tinggal di dunia itu. Bukan tinggal di dunia yang langitnya selalu oranye dan ungu sungguhan. Karena yang paling ideal adalah langit di gambar buatan Victoria atau di Hey Arnold.

Pikiran buruk yang menakutkan

Tadi pagi aku kecelakaan motor. Pemotor di sebelah kananku ngebut sambil nyalip dan tali tasku nyangkut di spion dia. Otomatis aku ikut ketarik dan jatoh.

Untungnya walaupun dia ngebut, aku gak keseret dan jalanan lagi ramai lancar. Jadilah aku hanya ketimpa motor dan bisa langsung berdiri.

Si mamang ojek yang bonceng aku lututnya berdarah, sementara aku cuma kena lecet di kaki ama tangan.

Abis itu aku gak ngerasa sakit apapun (kecuali perih karena lecet). Terus aku masih biasa-biasa aja karena bagian badan atasku gak kenapa-napa.

Kecelakaan tadi sebenernya bisa jadi serius kalo orang yang nyalip aku ngebut gila (pasti aku keseret) dan bisa lebih parah kalo abis jatoh dari depan aku ada kendaraan lain (karena tadi aku gak pake helm).

Tapi untungnya tadi tabrakannya gak kenceng-kenceng banget.

Cuma.. Ingatan pas motor belakang nabrak, pas aku jatoh, pas kaca spion pecah bikin aku agak trauma.

Karena…sebenernya…

Sebelum naik ojek itu aku mikir..”Gimana kalo ini kecelakaan?”

Dan siapa sangka khayalan aku yang sebenernya kayak bercanda doang jadi beneran kejadian?

Aku jadi takut “Gimana kalo tadi ampe keseret atau mental?”. Gimana kalo khayalan iseng aku itu berujung jadi lebih parah?

Bukan, aku bukan peramal kok. Aku gak memprediksi aku bakal jatoh. Tapi pikiranku emang suka ngekhayal ke hal-hal yang aneh dan itu gak bisa dikontrol.

Aku bingung mau cerita ini ke siapa karena pikiran-pikiran “usil” ini susah banget diilangin.

Kalian mau tau udah separah apa pikiran buruk ini ganggu aku?

Contoh pertama, aku sering memikirkan kata “kanker” dimana dan kapan aja. Alam bawah sadar aku kayak gak bisa dikontrol. Kata-kata itu sering ada di pikiran dan entah kenapa kayak gitu.

Dan tadi pagi kata kecelakaan yang aku pikirin jadi beneran kejadian. Jujur aku jadi takut, apa alam bawah sadarku berusaha bikin aku mikirin hal-hal buruk sampe aku jadi percaya kalo itu bakal kejadian?

a kind reminder from kunto aji’s recent album

Kunto_Aji_-_Mantra_Mantra
wikipedia

Belakangan ini sedang senang karena menemukan musik yang begitu baru dan menyegarkan. Salah satunya datang dari Kunto Aji dan album barunya ‘Mantra Mantra’. Ada satu trek dari album itu yang meninggalkan kesan spesial tersendiri. Lagu itu berjudul ‘Rehat’. Mendengarkan lagu ini serasa sedang mendapat nasehat dari seorang kawan untuk tetap waras dalam menjalani kehidupan.

Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu
Jangan berhenti
Yang kau takutkan
Takkan terjadi

Lagu ini semacam pengingat bagi kita untuk melepaskan apapun yang kita miliki, karena perasaan memiliki itu yang acapkali membebani pikiran.

Yang dicari hilang
Yang dikejar lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu

Senang sekali tahu lagu ini ❤.