Adulting #2

1. Jadi..kapan married?

2. Kamu harus udah mulai bikin asuransi.

3. Udah dapet THR dari kantor ya?

4. Bos aku ngasih kue pake ucapan selamat idul fitri..

5. Neng, abis mandi Om mau konsultasi soal medsos ya.

Advertisements

23 Years Old Firda Talking

Been together with a same guy for 7 years. Never break up even for once. Still having a crazy butterfly inside my tummy everytime he looks at me.

That’s my honest feeling for now. The answer may change in one, two or next ten years.

I don’t know.

The future is scary, so let me enjoy every seconds I spend with him for now.

Cheers, F

yang berubah setelah kerja

Adalah berbagai macam hal. Tapi satu hal yang sangat berubah adalah aku jadi aktif banget. Aktif dalam arti suka inisiatif, ngutarain ide bahkan mengajukan diri buat megang job-job tertentu. Beda banget deh sama pas kuliah yang super pasif. Entah kenapa pas kerja aku berani ngomong, berani diskusi. Kenapa pas kuliah gak bisa ya?

Tahu Lima Rasa

Me: Uhmm………

Riki: Kenapa gak enak???

Me: Uhmmm.. Cobain aja sendiri. Kayak makan tahu pake energen.

Riki: *Nyobain*

Me: Huwek.

Riki: Enak ah wkwk.

Me: Ngomong dong kalo belom nyoba yang ini, jadi gakan pesen!

Riki: Kirain ini tahu telor asin bem.

Me: Tau gini bisa beli yang udang ki!

Riki: Enak kok enak!

Me: Hmm iya.

Riki: Eh, huwek. Tadi enak tapi ini aku gigit yang kayak sesajen. Huwek.

Me: UDAH YA JANGAN NGAJAK MAKAN SINI LAGI!!!

Riki: Wkwkwkwkwkwk.

Influencer

Seminggu belakangan ini aku lagi intens menghubungi beberapa influencers sosial media untuk ditawari kerjasama dalam campaign salah satu klien.

Oke, jujur definisi influencers bagiku adalah seseorang di sosial media yang punya followers banyak karena feed mereka menginspirasi.

Tapi ternyata gak perlu menginspirasi-inspirasi amat untuk jadi influencer atau selebgram.

Beberapa influencer yang aku kontak, punya followers dari 10 ribu sampai 300ribu. Mereka yang jumlah followersnya berkisar di angka 10ribuan, adalah nama-nama yang asing bagiku. Aku gak ngelihat apa inspiratifnya mereka, atau seberapa pentingnya postingan Instagram mereka buatku.

Yang ku lihat cuma deretan foto mereka yang cantik dan estetik. Ku kira mereka menyelipkan informasi soal kehidupan mereka atau sesuatu yang menarik bagi mereka di blog, tapi aslinya ya udah, cuma foto aja. Tapi jangan salah, walopun isinya cuma foto selfie atau foto gelas kopi di pinggir kolam renang atau sekedar challenge makan mie pedas, rate card mereka untuk sekali posting foto udah mencapai angka satu juta rupiah.

Jangan singgung soal selebgram dengan followers ratusan ribu. Walaupun dia bukan artis dan sejujurnya foto-fotonya itu generik banget, rate card mereka untuk satu video yang dikeep satu minggu mencapai 3 juta rupiah.

Sekali lagi, aku gak paham apanya yang menarik atau inspiratif dari mereka sampai-sampai mereka dilabeli influencer dan mampu mematok harga jual segitu mahalnya (influencer disini yang ku maksud adalah mereka yang bener-bener orang biasa dengan followers banyak dan gak eksis di TV, blog dan YouTube alias pure cuma posting foto cantik aja).

Tapi dari apa yang ku perhatikan, toh orang-orang yang ngefollow mereka nyatanya cuma nyari hiburan. Jadi memang gak ada tanggung jawab atau beban harus menjadi orang inspiratif bagi para selebgram cantik ini. Tugas mereka cukup menampilkan foto-foto yang enak dipandang karena emang itulah yang bikin orang seneng dan tertarik.

Simpulannya?

Gak ada salahnya kalau mau nyari uang sampingan kamu jadi selebgram. Mulai sekarang rajin-rajinlah membawa teman untuk memotretmu saat hangout dan mulai pelajarilah teknik edit foto, baik yang advance seperti di Photosop atau sekedar VSCO. Tidak ada kata terlambat untuk jadi influencer masa kini. Jika kamu mampu menyajikan sesuatu dengan nilai lebih, itu tambahan positif. Tapi jika mampunya terjun jadi mereka influencer yang generik. Ya gak dosa juga sih.